DIKTI punya definisi sendiri mengenai "Internasional". Jurnal internasional bereputasi menurut DIKTI, jelas harus terindeks, berbahasa internasional, dan juga mempunyai member board sekurang-kurangnya dari empat negara. Jadi tidak semua terindeks scopus itu adalah jurnal internasional, sekalipun punya peringkat Q tinggi.
Beberapa jurnal internasional yang bisa dijadikan target publikasi karya ilmiah untuk bidang sains atmosfer.
American Meteorological Society (AMS) Publication mempunyai banyak kumpulan publikasi, yang hampir kesemuanya memiliki high-impact. Publikasi peer review yang tertinggi di AMS adalah Bulletin of the American Meteorological Society (BAMS). Volume publikasi lainnya dengan tema yang lebih spesifik antara lain adalah Journal of Hydrometeorology, Journal of Climate, dll.
Meteorological Society of Japan (MSJ), setidaknya menyediakan tiga kumpulan publikasi dan satu preprint, yaitu Scientific Online Letters on the Atmosphere (SOLA) (Q2), Journal of the Meteorological Society of Japan (JMSJ) (Q2), Tenki (berbahasa jepang), dan Preprint MSJ (berbahasa jepang). Dari kesemuanya yang bisa dianggap internasional hanya SOLA
Royal Meteorological Society, (UK) menyediakan beberapa kumpulan publikasi yang sudah terindex (tidak semua), diantaranya adalah International Journal of Climatology (Q2), Weather (Q3), Atmospheric Science Letter (Q2), Meteorological Application (Q3), dll.
Salah satu publikasi internasional yang dimiliki oleh CMS adalah Journal of Meteorological Research (JMR, Q2). Internasional karena editornya, pas terdiri dari 4 negara. Publikasi lainnya adalah Advances in Atmospheric Science ( Q2) , dan Atmospheric and Oceanic Science Letters (Q3),
(Q2), menglingkupi modeling, perubahan iklim, forecasting, mikro-makro, dan aplikasi meteorologi dalam bidang lain.
6. Elementa
(Q1) di bidang Sains Atmosfer. Elementa: Science of the Anthropocene, adalah trans-disiplin, open-acces journal. Publikasi ini tidak mengkhususkan sebagai jurnal Sains Atmosfer, namun untuk domain ini, Elementa memiliki editor team khusus untuk sains atmosfer. Dilihat sekilas, artikel yang terpublikasi di sini dominan bertopik kualitas udara atau kimia atmosfer.
Bagi yang menyenangi kajian kualitas udara, Journal of Aerosol (Q2) bisa dijadikan target untuk publikasi ilmiah. Jurnal ini tidak mengkhususkan dalam Sains Atmosfer. Perhitungan "Q" untuk Sains Atmosfer pun sejak 2019, dimana untuk sub-bidang lain ini sudah dihitung lebih awal. Sains Atmosfer dalam Jurnal ini dikategorikan sebagai Applied Aerosol Science: Atmospheric Aerosol; Secondary Organic Aerosol; Aerosol & Climate
8. Aerosol and Air Quality Research (AAQR)
(Q1) Publikasi dikhususkan untuk penelitian-penelitian yang terkait dengan polusi udara, kimia lingkungan udara.
(Q1) Sama seperti AAQR, namun publikasi ini meluas hingga manajemen, kebijakan, dan kesehatan.
(Q1) Jurnal ini menerbitkan makalah ilmiah yang berurusan semua proses yang meluas dari permukaan bumi ke tropopause, tetapi penekanan khusus terus dikhususkan untuk fisika awan, meteorologi mesoscale dan polusi udara, yaitu aerosol atmosfer; proses mikrofisika; dinamika cloud dan termodinamika; simulasi numerik, klimatologi, perubahan iklim dan modifikasi cuaca.
(Q2) Jurnal ini, sebetulnya, menerbitkan makalah ilmiah geosciences lebih umum. Namun demikian, untuk atmospheric sciences, jurnal ini memiliki tim editorial khusus untuk topik ini (topic 1).
Komentar
Posting Komentar